Sabtu, 12 Mei 2012

Sistem Koloid

Kelompok 1
Nama Anggota: Ariani Dwi Putri
                            Ditha Yusdiyanti
                            Rizqi Robbani Hanif
                            Song Prasetya Sujanra
XI IPA 1

Sistem Koloid

Larutan terbentuk dari zat pelarut dan zat terlarut. Ketika mencampurkan gula dan air maka akan terbentuk larutan gula, dimana tidak dapat dibedakan antara gula dan air. Larutan merupakan campuran yang bersifat homogen sehingga tidak dapat dibedakan antara zat pelarut dan terlarutnya.
Suatu suspensi terbentuk dari campuran suatu zat cair dan zat padat sehingga terjadi pengendapan. Misalnya air yang dicampurkan dengan tepung, setelah beberapa saat terjadi pemisahan antara kedua zat. Suspensi merupakan campuran yang bersifat heterogen sehingga zat yang dicampurkan dapat dibedakan dengan mudah.
Ketika diamati menggunakan mikroskop, suatu campuran yang terbentuk dari air dan susu ternyata terlihat partikel susu yan tersebar di air. Sehingga campuran tersebut tidak termasuk dalam golongan larutan ataupun suspensi, tetapi tergolong dalam campuran koloid.
Koloid adalah suatu campuran zat heterogen antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid tersebar merata dalam zat lain. Ukuran koloid berkisar antara 1-100 nm ( 10-7 – 10-5 cm ). Menurut Wikipedia Indonesia, koloid merupakan suatu bentuk campuran (sistem dispersi) dua atau lebih zat yang bersifat homogen namun memiliki ukuran partikel terdispersi yang cukup besar (1 - 100 nm), sehingga terkena efek Tyndall. Bersifat homogen berarti partikel terdispersi tidak terpengaruh oleh gaya gravitasi atau gaya lain yang dikenakan kepadanya; sehingga tidak terjadi pengendapan.
Dispersi sendiri adalah penyebaran merata 2 fase, dimana fase yang dimaksud adalah fase zat yang didispersikan (zat terlarut) dan zat pendispersi (zat pelarut).
Perbedaan Larutan, Koloid, dan Suspensi
Aspek
Larutan
Koloid
Suspensi
Bentuk Campuran
Homogen
Tampak Homogen
Heterogen
Kestabilan
Stabil
Stabil
Tidak Stabil
Pengamatan Mikroskop
Homogen
Heterogen
Heterogen
Jumlah Fase
1
2
2
Sistem Dispersi
Molekuler
Padatan Halus
Padatan kasar
Pemisahan
Tidak dapat disaring
Dapat disaring dengan kertas saring ultra
Dapat disaring
Ukuran Partikel
< 10cm atau < 1nm
10cm-10cm atau 1nm-100nm
>10cm atau >100nm




Larutan
Larutan merupakan campuran yang bersifat homogen, ukuran partikel zat terlarutnya sangat kecil sehingga sangat sulit untuk diamati. Beberapa contoh larutan adalah, larutan gula, larutan garam, larutan urea, dan larutan cuka.

Suspensi

Suspensi adalah dispersi zat padat dalam zat cair. Zat yang terdispersi merupakan zat padat yang berukuran cukup besar. Medium pendispersi (zat cair) tidak mampu menahan sehingga padatan mengendap. Beberapa contoh suspensi adalah, campuran antara pasir dan air.



Koloid
Pada koloid digunakan fase terdispersi berupa padatan dan fase pendispersi berupa zat cair, yaitu air. Ukuran partikel di dalam koloid lebih besar dibandingkan ukuran partikel di dalam larutan, tetapi lebih kecil dibandingkan ukuran partikel didalam suspensi. Sistem koloid terlihat homogen apabila dilihat tanpamenggunakan mikroskop, tetapi dengan menggunakan mikroskop terlihat adanya partikel fase terdispersi. Berdasarkan sistem dispersinya koloid tampak seperti suspensi, tetapi secara fisik tampak seperti larutan. Sehingga koloid sering disebut dengan suspensi homogen. Contoh campuran yang merupakan koloid adalah campuran antara susu dan air.


0 komentar:

Poskan Komentar

 

Template by BloggerCandy.com